WA-new

Logo.png

 

PANITERA PENGGANTI PA LUBUK LINGGAU IKUTI PELATIHAN TEKNIS YUDISIAL PANITERA/PANITERA PENGGANTI PERADILAN AGAMA SE-INDONESIA GELOMBANG II

on . Posted in Berita. Hits: 55

Pelatihan Yudisial PP 13_10_2026.jpg

Mega Mendung, Selasa, 13 Oktober 2026 ---

Pengadilan Agama Lubuk Linggau terus mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme aparatur melalui keikutsertaan dalam program pengembangan sumber daya manusia serta kontribusi pemikiran yang bermanfaat bagi lingkungan peradilan. Salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut ditunjukkan oleh Robiatul Adawiyah, S.H., M.H., perwakilan Panitera Pengganti Pengadilan Agama Lubuk Linggau, yang mengikuti Pelatihan Teknis Yudisial Panitera/Panitera Pengganti Peradilan Agama Seluruh Indonesia yang diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK) Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Pembelajaran klasikal bagi para peserta berlangsung pada tanggal 11 sampai dengan 17 Oktober 2026 di Mega Mendung. Pelatihan ini menjadi kesempatan bagi aparatur peradilan untuk memperdalam pengetahuan, memperluas wawasan, serta meningkatkan keterampilan teknis yudisial yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas kepaniteraan. Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas secara lebih profesional, tertib, dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Keikutsertaan dalam pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan kualitas sumber daya manusia di lingkungan peradilan agama. Panitera dan Panitera Pengganti memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran administrasi perkara dan proses persidangan. Oleh karena itu, penguatan kompetensi secara berkelanjutan menjadi hal yang penting agar pelaksanaan tugas dapat berjalan secara efektif serta mendukung terwujudnya pelayanan peradilan yang berkualitas.

Pelatihan Yudisial PP 13_10_2026 (1).jpg

Menariknya, selain mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kompetensi teknis, Robiatul Adawiyah, S.H., M.H., juga turut berkontribusi dalam berbagi gagasan melalui sebuah tulisan yang dipublikasikan di website Suara BSDK dengan judul “Menegur dengan Bijak, Memimpin dengan Teladan.”

Tulisan tersebut mengangkat tema kepemimpinan yang bijaksana dan keteladanan dalam memberikan teguran. Tema ini menjadi pengingat bahwa membangun lingkungan kerja yang positif dan profesional tidak hanya membutuhkan kemampuan dalam menjalankan tugas, tetapi juga kecakapan berkomunikasi, sikap saling menghargai, serta keteladanan dalam berinteraksi dengan sesama rekan kerja.

Dalam lingkungan organisasi, teguran merupakan salah satu bentuk evaluasi dan pembinaan yang perlu disampaikan dengan pertimbangan yang tepat. Pendekatan yang bijaksana diharapkan dapat membantu menciptakan suasana kerja yang kondusif, menjaga hubungan profesional, dan mendorong perbaikan tanpa mengabaikan rasa hormat terhadap sesama. Keteladanan juga menjadi unsur penting dalam kepemimpinan karena sikap dan perilaku yang baik dapat menjadi contoh bagi orang lain dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.

Publikasi tulisan di website Suara BSDK tersebut menjadi bentuk kontribusi aparatur peradilan dalam menyebarluaskan pemikiran dan inspirasi mengenai kepemimpinan di lingkungan kerja. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan diri tidak hanya dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan formal, tetapi juga melalui kegiatan menulis dan berbagi gagasan yang dapat memperkaya wawasan pembaca.

Bagi Pengadilan Agama Lubuk Linggau, keikutsertaan aparatur dalam pelatihan teknis yudisial sekaligus kontribusi melalui publikasi tulisan merupakan hal positif yang patut didukung. Kedua hal tersebut mencerminkan pentingnya membangun aparatur yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu mengembangkan pemikiran, menjaga etika profesional, dan menjadi bagian dari terciptanya budaya kerja yang lebih baik.

Diharapkan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat memberikan manfaat bagi pelaksanaan tugas sehari-hari. Sementara itu, gagasan yang dibagikan melalui tulisan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi aparatur lainnya untuk terus belajar, mengembangkan kapasitas diri, dan menerapkan nilai-nilai keteladanan dalam lingkungan kerja.

Melalui semangat belajar dan berbagi, keluarga besar Pengadilan Agama Lubuk Linggau berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, memperkuat profesionalisme, serta mewujudkan pelayanan peradilan yang berkualitas, efektif, dan akuntabel bagi masyarakat pencari keadilan.

TINGKATKAN KOMPETENSI, BAGIKAN GAGASAN, WUJUDKAN KETELADANAN!

🔗 Baca tulisan selengkapnya di Suara BSDK:

https://suarabsdk.com/menegur-dengan-bijak-memimpin-dengan-teladan/