WA-new

Header Web 1250 250 piksel

 

Penalaran Hukum Dalam Putusan Hakim

Written by Pengadilan Agama Lubuklinggau on . Posted in Artikel

PENALARAN HUKUM DALAM PUTUSAN HAKIM

Oleh Doni Dermawan,S.Ag.,M.H.I.
(Ketua Pengadilan Agama Lubuklinggau)

Tugas pokok hakim adalah menerima, memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan perkara yang diajukan ke pengadilan. Dalam mengadili suatu perkara yang terpenting adalah fakta atau peristiwa yang terungkap di pesidangan bukan tentang hukumnya, karena ketentuan-ketentuan hukum yang termaktub dalam sebuah peraturan perundang-undangan hanyalah sebagai media untuk menentukan hukum dari fakta yang terungkap di persidangan tersebut.

Dalam menentukan hukum dari fakta yang terungkap di persidangan dibutuhkan analisis yang tepat dan akurat dari seorang hakim ketika menuangkanya ke dalam bentuk putusan. Sehingga dari putusan hakim tersebut tergambar pokok persoalan yang dijadikan perkara dan bentuk penyelesaiannya. Oleh karena itu dalam membuat putusan harus melalui fase-fase yang sistematis dan cara berpikir yang runut, mulai dari perumusan masalah atau pokok sengketa, pengumpulan data untuk menemukan fakta, penemuan hukum dan penerapannya, dan pengambilan putusan.

Untuk membuat putusan yang berkualitas, sistematis dan runut diperlukan sebuah rumusan atau kerangka penulisan putusan. Artinya, hakim harus membuat kerangka atau sistematika penulisan putusan. Dalam tulisan ini, Penulis akan mengemukakan beberapa hal yang urgen bagi hakim ketika memeriksa perkara sampai pada tahapan pengambilan putusan.

Selengkapnya Klik DISINI

Maqashid Al Syari-ah 

Written by Pengadilan Agama Lubuklinggau on . Posted in Artikel

Maqashid Al Syari-ah 

Oleh:Doni Dermawan, S.Ag.,M.H.I.
(Ketua Pengadilan Agama Lubuklinggau Kelas I-B)

Menurut ‘Allal al Fasiy, maqashid al Syari’ah adalah:

3اهماكحا نم مكح لك دنع عراشلا اهعضو  ىتلا رارسلااو واهنم ةياغلا

Tujuan yang dikehendaki Syara’ dan rahasia-rahasia yang ditetapkan

oleh Syari’ (Allah) pada setiap hukum

Dengan   demikian   dapat   dikatakan   bahwa   yang   dimaksud   dengan maqashid al Syari’ah adalah tujuan Allah sebagai Syari’ (Pembuat Hukum) dalam menetapkan hukum terhadap hambaNYA.  Adapun inti dari  maqashid al Syari’ah adalah untuk mewujudkan kebaikan sekaligus menghindarkan keburukan, atau

menarik manfaat dan menolak mudharat4, atau dengan kata lain adalah untukmencapai  kemaslahatan,  karena  tujuan  penetapan  hukum  dalam  Islam  adalah untuk menciptakan kemaslahatan dalam rangka memelihara tujuan-tujuan syara’5. Abdullah Daraz dalam komentarnya terhadap pandangan al Syatibi menyatakan bahwa tujuan utama Allah menetapkan hukum-Nya adalah untuk terwujudnya kemaslahatan hidup manusia di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu, taklif (pembebanan hukum) harus mengacu kepada terwujudnya tujuan hukum itu.

Selengkapnya KLIK DISINI