
Selasa, 18 November 2025 ---
Suasana pagi di Pengadilan Agama Lubuk Linggau terasa berbeda. Sejak pukul 07.30 WIB, para petugas layanan mulai berkumpul di ruang PTSP. Mereka meninggalkan sejenak aktivitas masing-masing untuk mengikuti briefing rutin yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Pengadilan Agama Lubuk Linggau, Bapak Maryanto, S.Kom. Suasana briefing tampak hangat, penuh kebersamaan, namun tetap profesional. Setiap peserta hadir dengan wajah penuh semangat, menandakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian penting dalam membangun kualitas pelayanan yang lebih baik.
Dalam arahannya, Bapak Maryanto, S.Kom, kembali menegaskan betapa pentingnya menjaga integritas, ketulusan, dan etika pelayanan. Menurut beliau, pelayanan yang baik tidak hanya diukur dari seberapa cepat petugas melayani atau seberapa lengkap prosedur dipenuhi. Lebih daripada itu, pelayanan yang berkualitas berasal dari hati yang tulus, senyum yang ikhlas, dan sikap yang menghargai setiap pencari keadilan yang datang, baik untuk bertanya maupun untuk menyelesaikan permasalahan hukum mereka.
Beliau menekankan bahwa para petugas adalah wajah pertama pengadilan—pintu gerbang utama bagi masyarakat. Oleh karena itu, setiap perkataan, gerakan, dan sikap merupakan cerminan dari nilai lembaga. Masyarakat mungkin tidak mengingat detail prosedur yang disampaikan, tetapi mereka akan selalu mengingat bagaimana mereka diperlakukan.
.jpg)
Selain arahan terkait teknis pelayanan, Bapak Maryanto, S.Kom juga memberikan penguatan secara moral dan spiritual. Beliau mengingatkan bahwa setiap bentuk kebaikan, sekecil apa pun, adalah investasi amal yang tidak pernah sia-sia. Kesabaran saat menjawab pertanyaan, keikhlasan ketika membantu masyarakat yang kebingungan, serta senyum yang menenangkan, semuanya dicatat sebagai kebaikan yang kelak akan dibalas oleh Allah dengan cara yang lebih indah.
Pesan tersebut disambut antusias oleh seluruh peserta briefing. Mereka menyadari bahwa pelayanan bukan hanya pekerjaan administratif, tetapi juga ibadah yang bernilai tinggi jika dijalankan dengan niat yang benar.
Briefing pagi ini kemudian menjadi lebih dari sekadar forum koordinasi. Ia berubah menjadi momen refleksi, penyegar hati, dan pengingat bahwa tugas pelayanan membutuhkan kesungguhan jiwa, bukan sekadar keterampilan teknis. Melalui kegiatan ini, para petugas semakin dikuatkan untuk memberikan pelayanan yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga membawa manfaat, ketenangan, dan keberkahan bagi semua pihak yang datang mencari keadilan.
Dengan semangat baru, para petugas kembali ke meja kerja masing-masing, siap menjalani hari dengan standar pelayanan yang lebih baik. Briefing pagi tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan publik yang baik berawal dari hati yang bersih, niat yang tulus, dan komitmen untuk terus memperbaiki diri.

