.jpg)
Jum'at, 17 Oktober 2025 ---
Komitmen terhadap peningkatan integritas dan profesionalisme aparatur peradilan terus ditunjukkan oleh Pengadilan Agama Lubuklinggau. Bertempat di ruang Media Center, pada hari Jumat pukul 09.00 WIB, Ketua Pengadilan Agama Lubuklinggau beserta para hakim dan panitera secara aktif mengikuti Seminar Nasional Program Pertukaran Pengetahuan YSEALI (Young Southeast Asian Leaders Initiative) yang digelar secara daring. Seminar ini merupakan bagian dari upaya kolektif dalam mencegah dan menangani isu-isu pelecehan seksual di lingkungan kerja, khususnya di institusi peradilan.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari Memorandum Ketua Muda Pembinaan Mahkamah Agung Republik Indonesia,
Nomor 21/KM.BIN/HM3.1.2/X/2025, tanggal 9 Oktober 2025, yang menghimbau seluruh satuan kerja peradilan di bawah Mahkamah Agung untuk mengikuti seminar ini. Seminar dibuka secara resmi oleh Ketua Umum IKAHI (Ikatan Hakim Indonesia), Bapak Dr. H. Yasardin, S.H., M.Hum., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kesadaran dan pemahaman yang mendalam terhadap isu pelecehan seksual sebagai bagian dari pembentukan budaya kerja yang sehat dan beretika di lingkungan peradilan.
Topik utama seminar ini adalah:
“Sexual Harassment at Workplace 101 & How American Courts Handle Harassment and Bullying in the Workplace”, yang menghadirkan narasumber dari kalangan profesional hukum dan aktivis perlindungan hak asasi manusia, serta menyoroti praktik terbaik (best practices) penanganan pelecehan seksual dan bullying di tempat kerja, khususnya dalam konteks pengadilan di Amerika Serikat. Materi ini diharapkan menjadi inspirasi dan pembelajaran bagi lembaga peradilan di Indonesia dalam menyusun kebijakan dan prosedur yang efektif untuk mencegah serta menindak kasus serupa.
.jpg)
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota IKAHI dan warga peradilan dari empat lingkungan peradilan di seluruh Indonesia, yaitu Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Tata Usaha Negara, dan Peradilan Militer. Antusiasme peserta mencerminkan adanya kepedulian yang tinggi terhadap isu-isu krusial yang berkaitan dengan keselamatan dan kenyamanan bekerja, terutama bagi perempuan dan kelompok rentan lainnya di lingkungan kerja peradilan.
Sebagai lembaga yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan, Pengadilan Agama Lubuklinggau menegaskan komitmennya untuk terus mendukung setiap upaya peningkatan kapasitas dan kesadaran aparatur terhadap pentingnya perlindungan martabat manusia di tempat kerja. Partisipasi dalam seminar ini merupakan salah satu bentuk konkret dari langkah preventif untuk menciptakan ruang kerja yang bebas dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan pelecehan.
Dengan berpedoman pada semangat BerAKHLAK sebagai nilai dasar ASN serta berorientasi pada pelayanan publik yang transparan dan humanis, Pengadilan Agama Lubuklinggau siap menjadi bagian dari transformasi peradilan yang lebih bersih, modern, dan berkeadilan sosial. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang diskusi ilmiah, tetapi juga menjadi momentum refleksi dan perubahan nyata di lingkungan kerja peradilan menuju budaya kerja yang lebih sehat, inklusif, dan menghargai hak setiap individu.

