WA-new

Header Web 1250 250 piksel

 

Semangat Kemerdekaan dan Sinergi dalam Pembinaan Mental Pengadilan Agama Lubuklinggau

on . Posted in Berita. Hits: 137

Semangat Kemerdekaan dan Sinergi dalam Pembinaan Mental Pengadilan Agama Lubuklinggau (1).jpg

Kegiatan Pembinaan Mental (Bintal) kembali dilaksanakan oleh seluruh aparatur Pengadilan Agama Lubuklinggau pada Rabu sore (13/08/2025) bertempat di Musholla Al Arif. Kegiatan ini dimulai usai pelaksanaan sholat Ashar berjamaah dan diisi dengan kultum oleh Yang Mulia Bapak Ahkam Riza Kafabih, S.H.I., selaku Hakim Pengadilan Agama Lubuklinggau. Bintal kali ini terasa istimewa karena materi yang disampaikan berkaitan erat dengan momen menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus. Dalam kultumnya, beliau menyampaikan pesan-pesan penting yang menggugah semangat kebersamaan, nasionalisme, serta relevansinya dalam dunia kerja.

Dalam penyampaian materinya, YM Bapak Ahkam Riza Kafabih mengangkat tema tentang "Sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia". Ia menekankan bahwa kemerdekaan yang diraih pada 17 Agustus 1945 bukanlah hasil perjuangan satu kelompok atau individu saja, melainkan buah dari kerja sama dan sinergi seluruh elemen bangsa. Golongan tua dan golongan muda, dengan perbedaan pendekatan dan cara pandang, mampu bersatu demi tujuan mulia: memerdekakan Indonesia. Kolaborasi yang saling melengkapi ini menjadi kunci keberhasilan perjuangan kemerdekaan. Pesan ini sangat sejalan dengan slogan Pengadilan Agama Lubuklinggau, yakni "Bangkit dan Bersinergi", yang menjadi semangat utama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kelembagaan.

Semangat Kemerdekaan dan Sinergi dalam Pembinaan Mental Pengadilan Agama Lubuklinggau (2).jpg

Semangat sinergi tersebut, lanjut beliau, sangat relevan diterapkan dalam kehidupan kerja saat ini. Lingkungan kerja yang sehat dan produktif hanya bisa terwujud apabila semua pihak saling bahu membahu, mendukung satu sama lain, dan bekerja dalam semangat tolong-menolong. Seperti halnya para pejuang kemerdekaan yang rela mengesampingkan ego demi kepentingan bangsa, demikian pula para aparatur negara perlu menempatkan kepentingan lembaga dan masyarakat di atas kepentingan pribadi. Setiap anggota memiliki peran penting dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri dalam mencapai tujuan bersama.

Tak hanya berbicara tentang nilai-nilai historis, YM Bapak Ahkam juga mengaitkan semangat kemerdekaan dengan salah satu inovasi di lingkungan Pengadilan Agama Lubuklinggau, yaitu SiPakar (Sistem Informasi Pemberitahuan Perkara. Beliau menegaskan bahwa inovasi bukan hanya sebatas ide atau wacana yang tertulis di atas kertas. Ketika sebuah gagasan langsung diwujudkan dalam bentuk aksi nyata, hasilnya dapat dirasakan manfaatnya. Ia memberi contoh bagaimana SiPakar, yang awalnya hanya berupa ide, ternyata dapat diterapkan tanpa ada penolakan atau keberatan dari pihak mana pun. Hal ini membuktikan bahwa inovasi yang baik, bila dijalankan dengan benar dan kompak, akan mendapatkan legitimasi sekaligus dukungan dari banyak pihak.

Kegiatan Bintal ini bukan hanya menjadi rutinitas keagamaan, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan pembinaan karakter bagi seluruh aparatur. Dengan memaknai kembali semangat kemerdekaan, para pegawai diharapkan mampu membawa semangat juang, kolaborasi, dan inovasi ke dalam setiap aspek pekerjaan. Terlebih di era modern seperti saat ini, tantangan yang dihadapi lembaga peradilan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan aparatur yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga kuat secara mental dan memiliki integritas tinggi. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberi dampak positif bagi peningkatan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.