.jpg)
Pada hari Selasa, 30 Juni 2024 bertempat di Aula Pengadilan Agama Lubuk inggau telah dilaksanakan Pembinaan Mental yang disampaikan oleh Panitera Muda Hukum yaitu Ibu Armi Herawati, S.Ag., S.H. Adapun tema tausyiah tersebut ialah empat cara bersyukur kepada Allah SWT. Menurut Imam Al-Ghazali.
Pertama, cara bersyukur kepada Allah SWT yaitu besyukur dengan hati. Syukur dengan hati dilakukan dengan menyadari sepenuhnya bahwa nikmat yang kita peroleh, baik besar, kecil, banyak maupun sedikit semata-mata karena anugerah dan kemurahan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
.jpg)
Kedua, besyukur dengan lisan. Ketika hati seseorang sangat yakin bahwa segala nikmat yang ia peroleh bersumber dari Allah, maka spontan ia akan mengucapkan “Alhamdulillah” (segala puji bagi Allah).
Ketiga, Syukur dengan perbuatan yaitu mengandung arti bahwa segala nikmat dan kebaikan yang kita terima harus dipergunakan di jalan yang diridhoi-Nya. Misalnya untuk beribadah kepada Allah, membantu orang lain dari kesulitan, dan perbuatan baik lainnya. Nikmat Allah harus kita pergunakan secara proporsional dan tidak berlebihan untuk berbuat kebaikan.
Keempat, Menjaga Nikmat dari Kerusakan. Ketika nikmat dan karunia didapatkan, cobalah untuk dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Setelah itu, usahakan untuk menjaga nikmat itu dari kerusakan. Misalnya: Ketika kita dianugerahi nikmat kesehatan, kewajiban kita adalah menjaga tubuh untuk tetap sehat dan bugar agar terhindar dari sakit.

