PEMBINAAN MENTAL PENGADILAN AGAMA LUBUK LINGGAU: MENEGUHKAN SPIRIT KEBERMANFAATAN DAN INTEGRITAS PELAYANAN

on . Posted in Berita. Hits: 99

Kamis, 04 Desember 2025 ---

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam pernah bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”
(HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni; dihasankan oleh al-Albani dalam Shahihul Jami’, No. 3289)

Hadis agung ini menjadi landasan moral yang sangat kuat tentang pentingnya menghadirkan manfaat bagi sesama sebagai bagian dari karakter utama seorang muslim. Pesan yang disampaikan oleh Rasulullah SAW ini juga menjadi inspirasi dalam kegiatan Pembinaan Mental (Bimtal) yang kembali dilaksanakan oleh Pengadilan Agama Lubuk Linggau.

Bintal 04 Des 2025.jpg

Kegiatan Bimtal tersebut dilaksanakan di Mushola Al Arif setelah seluruh aparatur menunaikan Salat Ashar berjamaah. Dengan suasana yang teduh dan penuh kekhidmatan, para aparatur berkumpul untuk memperoleh siraman rohani yang diharapkan dapat memperkuat semangat pengabdian mereka dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya rutin Pengadilan Agama Lubuk Linggau dalam membangun karakter aparatur yang profesional sekaligus berakhlak mulia, sehingga nilai-nilai rohani dapat terintegrasi dengan baik dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan publik.

Pada kesempatan ini, materi pembinaan disampaikan oleh Sekretaris Pengadilan Agama Lubuk Linggau, Bapak Maryanto, S.Kom. Beliau mengangkat tema “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya,” sebuah tema yang sangat relevan dengan konteks tugas aparatur peradilan. Melalui tema tersebut, beliau mengajak seluruh aparatur untuk merenungkan kembali hakikat kebermanfaatan. Bukan sekadar dalam bentuk ucapan atau niat semata, tetapi dalam bentuk tindakan nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Bapak Maryanto, S.Kom., menekankan bahwa menjadi manusia yang bermanfaat harus diwujudkan melalui berbagai aspek kehidupan, terutama dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat pencari keadilan. Beliau menjelaskan bahwa manfaat itu dapat diwujudkan melalui pelayanan yang cepat dan tepat, sikap ramah serta solutif dalam menghadapi masyarakat, menjaga integritas dalam bekerja, mematuhi etika profesi, serta menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan saling menghargai.

Bintal 04 Des 2025 (1).jpg

Beliau juga mengingatkan bahwa berada dalam posisi sebagai aparatur negara merupakan sebuah amanah besar yang tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada pimpinan atau lembaga, tetapi juga kepada Allah SWT. Karena itulah, setiap niat baik dan usaha dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat merupakan bagian dari ibadah. Dengan demikian, pekerjaan sehari-hari tidak lagi dipandang sekadar rutinitas administratif, tetapi sebagai ladang amal yang dapat menghadirkan keberkahan.

Pesan-pesan yang disampaikan tersebut memberi inspirasi dan memperkuat kesadaran bersama akan pentingnya nilai keikhlasan, kedisiplinan, dan kepedulian dalam bekerja. Pembinaan mental seperti ini diharapkan dapat membentuk aparatur yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga matang secara spiritual sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan pekerjaan dengan hati yang lapang dan pikiran yang jernih.

Di akhir kegiatan, para aparatur menyambut baik materi yang disampaikan dan berkomitmen untuk mengimplementasikan nilai kebermanfaatan dalam setiap aspek kerja mereka. Pengadilan Agama Lubuk Linggau pun menegaskan kembali upayanya untuk terus membangun budaya kerja yang profesional, bersih, penuh integritas, dan selalu berorientasi pada pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Dengan meneladani pesan Rasulullah SAW tentang pentingnya memberi manfaat bagi sesama, diharapkan aparatur Pengadilan Agama Lubuk Linggau mampu menjadi pribadi yang tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga menghadirkan kebaikan yang nyata bagi masyarakat, institusi, dan lingkungan sekitarnya.