
Rabu, 5 November 2025 ---
Suasana sore di Musholla Al-Arif Pengadilan Agama Lubuklinggau terasa hangat dan penuh ketenangan. Setelah para pegawai melaksanakan sholat Ashar berjamaah, kegiatan rutin Pembinaan Mental (Bintal) kembali digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja. Kegiatan ini telah menjadi wadah bagi seluruh aparatur Pengadilan Agama untuk menyegarkan kembali semangat keimanan, memperdalam pemahaman agama, serta mempererat ukhuwah di antara sesama pegawai.
Pada kesempatan kali ini, kultum disampaikan oleh Yang Mulia Bapak Ahkam Riza Kafabih, S.H.I., Hakim Pengadilan Agama Lubuklinggau yang juga menjabat sebagai Ketua Musholla Al-Arif. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, yakni tentang makna “Kemudahan di balik kesulitan”, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah [94]: 5–6).
Beliau menjelaskan bahwa ayat ini merupakan penegasan dari Allah SWT bahwa setiap ujian, seberat apa pun, tidak pernah datang tanpa harapan dan jalan keluar. Kesulitan yang kita alami bukanlah akhir, melainkan pintu pembuka menuju kemudahan dan keberkahan yang lebih luas. Hidup, kata beliau, ibarat perjalanan panjang yang dipenuhi rintangan, namun di setiap langkahnya selalu ada bimbingan dan pertolongan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang bersabar.
.jpg)
Dalam kesempatan itu, Bapak Ahkam Riza Kafabih, S.H.I., juga mengutip sabda Rasulullah SAW:
“Jika kamu ditimpa kesulitan, maka bersabarlah; sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang sabar.”
Dari hadis ini, beliau mengajak seluruh jamaah untuk memahami bahwa kesabaran bukanlah sikap pasif atau menyerah pada keadaan, melainkan bentuk keimanan yang kuat. Sabar berarti yakin bahwa Allah tengah menyiapkan solusi terbaik, meskipun terkadang belum terlihat oleh mata. Di balik setiap cobaan tersimpan pelajaran berharga dan peluang untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh dan dekat kepada-Nya.
Lebih lanjut, beliau menuturkan bahwa dalam menjalankan tugas sebagai aparatur peradilan, kesulitan sering kali hadir dalam bentuk tekanan pekerjaan, tanggung jawab yang berat, maupun tantangan moral di tengah masyarakat. Namun jika semua dihadapi dengan kesungguhan dan ketulusan, maka Allah akan memberikan kelapangan hati dan kemudahan dalam setiap urusan.
Kultum sore itu ditutup dengan doa bersama agar Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kesabaran, dan kemudahan dalam menjalani setiap ujian hidup. Suasana khidmat dan penuh haru terasa menyelimuti Musholla Al-Arif, seolah menjadi pengingat lembut bahwa setiap langkah menuju kebaikan tidak pernah sia-sia.
Kegiatan Bintal seperti ini diharapkan dapat terus menjadi sarana pembinaan rohani bagi seluruh pegawai Pengadilan Agama Lubuklinggau. Dengan hati yang semakin kuat dan jiwa yang tenang, diharapkan seluruh aparatur dapat menjalankan tugasnya dengan penuh integritas, keikhlasan, dan semangat pelayanan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan di setiap kesulitan, mengokohkan hati dalam kesabaran, dan menuntun langkah kita menuju keberkahan.
Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.