Keutamaan Puasa Ramadhan: Kultum di Pengadilan Agama Lubuklinggau

on . Posted in Berita. Hits: 219

Keutamaan Puasa Ramadhan Kultum di Pengadilan Agama Lubuklinggau (1).jpg

Pada hari Senin, 10 Maret 2025, Pengadilan Agama Lubuklinggau mengadakan kegiatan kultum di Musholla Al Arif setelah sholat Dzuhur berjamaah. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pegawai dan hakim di pengadilan tersebut. Dalam suasana yang penuh khidmat, penceramah minggu ini adalah Bapak Mawardi Kusumahwardani, S.Sy, yang merupakan seorang hakim di pengadilan tersebut. Materi yang disampaikan beliau mengenai keutamaan puasa Ramadhan menjadi sorotan utama dalam kultum kali ini.
Bapak Mawardi memulai ceramahnya dengan menjelaskan betapa pentingnya puasa Ramadhan sebagai salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim. Beliau mengutip hadits qudsi yang menyebutkan bahwa pahala puasa sangat luas karena ditentukan langsung oleh Allah SWT. Ini menunjukkan betapa istimewanya ibadah puasa, di mana Allah sendiri yang akan memberikan ganjaran tanpa batas kepada hamba-Nya yang menjalankannya dengan ikhlas. Poin ini sangat menggugah semangat para hadirin untuk lebih meningkatkan kualitas ibadah selama bulan suci.

Keutamaan Puasa Ramadhan Kultum di Pengadilan Agama Lubuklinggau (2).jpg
Lebih lanjut, Bapak Mawardi menekankan bahwa puasa merupakan ibadah yang bisa terhindar dari riya atau pamer. Dalam menjalankan puasa, setiap individu berusaha untuk menahan diri dari berbagai hawa nafsu, baik yang berhubungan dengan makanan maupun perilaku. Ibadah ini menjadi momen introspeksi dan refleksi bagi setiap Muslim untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Dengan demikian, puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana untuk memperbaiki akhlak dan meningkatkan keimanan.
Di akhir ceramah, beliau menekankan pesan penting bahwa di hari pembalasan, pahala puasa tetap utuh dan tidak bisa diambil sebagai balasan perbuatan zalim selama hidup di dunia. Ini menegaskan bahwa setiap amal baik, termasuk puasa, akan mendapatkan ganjaran yang setimpal dari Allah, terlepas dari tindakan buruk yang mungkin pernah dilakukan. Dengan demikian, kultum yang disampaikan oleh Bapak Mawardi ini bukan hanya memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang puasa Ramadhan, tetapi juga mengajak seluruh peserta untuk merenungkan makna sejati dari ibadah ini dalam kehidupan sehari-hari.