banner web

 

Praktek Kerja Lapangan, Mahasiswa IAIN Metro Lampung Kunjungi Badilag

on . Posted in Berita Badilag. Hits: 14

Jakarta | badilag.mahkamahagung.go.id

Sebanyak 63 mahasiswa dari Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah, fakultas Syariah, IAIN Metro Lampung, berkunjung ke Ditjen Badilag, Rabu (24/4), di gedung Sekretariat MA, lantai 6, Jakarta Pusat.

Dipimpin oleh ketua jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah Nurhidayati, M.H., para mahasiswa ini diterima oleh Dirjen Badilag Dr. Drs. Aco Nur, SH., MH, Sekretaris Badilag Drs. Arief Hidayat , S.H., M.M. dan Direktur Pembinaan Tenaga Teknis PA Dr. Candra Boy Seroza, S.Ag., M.Ag.

Kunjungan mahasiswa semester 8 itu dimaksudkan untuk praktek kerja lapangan (PKL)."Kami berterima kasih atas sambutan yang baik ini dan kami berharap informasi yang kami peroleh nanti akan dapat kami analisa dan argumentasikan," ujar Nurhidayati.

Aco Nur dalam sambutannya mengajak para mahasiswa untuk bangga kepada peradilan agama. Ia mengatakan, peradilan agama merupakan salah satu sub unit dalam negara yang khusus menangani permasalahan keislaman dan syariah. " Dalam perkembangannya, peradilan agama saat ini sudah dapat menyelesaikan sengketa ekonomi syariah dan perkara jinayat di Aceh," ungkapnya.

Aco Nur mengungkapkan bahwa peradilan agama merupakan penampung terbanyak lulusan dari IAIN atau UIN. Maka dari itu, ia mengajak jika ingin berkarier dan lulus menjadi hakim nanti, bisa menyumbangkan pemikiran untuk perkembangan peradilan agama.

Sementara itu Arief Hidayat mengucapkan selamat datang di Ditjen Badilag.”Selamat datang dan silahkan bertanya apa yang ingin diketahui,” ujarnya. Ia mengungkapkan, dirinya juga alumni IAIN Raden Intan, Lampung. Selain dirinya, mantan Direktur Pembinaan Adminstrasi PA, Dr. Hasbi Hasan juga alumni dari sana.

Lebih lanjut ia menjelaskan tentang kewenangan Ditjen Badilag, yaitu melakukan pembinaan admintrasi dan tenaga teknis kepada pengadilan agama di seluruh indonesia.

Arief Hidayat juga menjelaskan bahwa saat ini Mahkamah Agung (MA) telah menerapkan Teknologi Informasi (TI) di pengadilan, termasuk di pengadilan agama. Ia mencontohkan, aplikasi Sistem Informasi Penulusuran Perkara (SIPP). Aplikasi ini digunakan untuk memudahkan publik mengakses riwayat perkara secara transparan dan sebagai alat bantu seorang hakim untuk memproses pengadministrasian perkara. "Menjadi keharusan, saat ini hakim harus melek teknologi," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama Candra Boy menjelaskan tentang sistem penerimaan hakim dan program prioritas MA. Kepada para mahasiswa, ia juga mengungkapkan, sudah sejak lama tidak ada penerimaan hakim, sehingga saat ini peradilan agama sangat kekurangan hakim. “Bahkan yang terakhir penerimaan hakim, yaitu tahun 2017 yang lalu, kita membutuhkan hampir 1000 hakim, tapi yang terpenuhi dibawah formasi yang ada,” ungkapnya.

Menurutnya, selain kualitas yang harus dibenahi, penggunaan Sistem Computerized Assisted Test (CAT) dalam penerimaan hakim, menjadi salah satu penyebab kenapa tidak terpenuhinya formasi hakim untuk peradilan agama.

Sistem CAT, kata Candra Boy, kurang familiar atau masih baru bagi mahasiswa. Tidak banyak fakultas syariah memberi pembekalan penggunaan Sistem CAT ini. "Saya berharap kampus agar mensosialisasikan penggunaan sistem CAT terlebih dahulu sebelum mahasiswa lulus kuliah," harapnya.

Diakhir acara, Dirjen Badilag maupun ketua Jurusan IAIN Metro Lampung, saling bertukar cendera mata dan dilanjutkan dengan foto bersama. Mereka juga sempat singgah ke Galeri 130 Tahun Peradilan Agama yang berisi benda-benda dan dokumen-dokumen yang bernilai sejarah buat peradilan agama. (RA/HH| Foto : IK)

Sumber: Ditjen Badilag

Add comment